Sekitar tiga minggu yang lalu aku melihat fenomena yang tak dapat dipungkiri sebagai mahasiswa. Saat...
Let’s go, don’t wait, this night’s almost over
Honest, let’s make this night last forever
Forever and ever, let’s make this last forever
Forever and...
welcome to my life.
Tara Lynn via Runway Revolution
(via iheartkatyperry)
i just want to say happy 15th rininta amandari and happy 17th for tungga dewi huuu Tungga udah jadian huu huu ngeduluin gue huu licik nih (lempar...
I can’t stop my ears to hear Relish-You I’m Thinking Of, here’s some of the lyrics “i just have to let you know, that is you i’m thinking of”

yeaaaay udah baikan asik leganya gue we we we gausah takut lagi C: gue msh takut ngupdate mcm2 di social networing, gaada ya social network...
Aku belajar banyak hal dalam minggu ini. Terlebih mengenai kesabaran, keikhlasan, dan tekad yang kuat dalam menghadapi terjalnya hidup. Toh, Tuhan itu maha adil, ketika aku melakukan hal-hal tersebut seolah olah ada hal baik yang dibalas-Nya walaupun sangat kecil. Dan setelah itu, aku tersadar dari lamunanku bahwa mungkin Tuhan kadang memberi seolah banyak kesedihan, kebingungan, dan kepanikan bertubi-tubi yang aku alami minggu ini , tapi tenanglah, jika bekalku keihklasan, yakin, dan berusaha, pastilah berbuah kejutan kebahagiaan yang akan diberiNya. Entah itu dalam hal kecil, lagi dan lagi.
Tetapi tunggu dulu, kali ini aku tidak akan berceloteh panjang lebar mengenai hal itu, mengenai keluh kesahku yang membumbung teramat tinggi pada minggu ini. Terlalu panjang mungkin untuk kuutarakan dalam tulisanku yang membosankan ini, dan mungkin pula.. hmm terlalu personal? Entahlah… Aku hanya ingin bercerita beberapa jam yang aku lewati beberapi hari yang lalu.
Tidak ada yang salah dengan hadirnya malam itu, tetapi kekesalan yang tumbuh subur itu berawal dari kebodohanku sendiri. Mengapa saat mencetak salah satu chapter berformat power point, aku malah menggunakan setting slide pada printer setting nya. Harusnya itu handout, Tungga. Bahkan malaikat Malik di sebelah kiriku pasti cekikikan menertawai kebodohanku. Alhasil, power point itu tercetak, dalam jumlah 60 halaman. Itu baru satu chapter, dan aku hendak mencetak 4 chapter bahan mata kuliahku untuk dipelajari, uangku habis membayar lembaran-lembaran itu. Beruntung chapter kedua ketiga dan seterusnya, 60 halaman itu tidak tercetak lagi, kali ini sudah dalam bentuk handout. Ceroboh. Itu lah kata yang tepat, atau mungkin gatptek? (gagap teknologi). Hahaha, entahlah. Yang jelas, setelah itu, untuk meredakan kekesalanku akibat kebodohan sendiri, aku pergi ke salah satu warung kopi yang berada di dekat kosanku. Perawakan si penjual memang sudah tak asing lagi bagiku, langsung saja kupesan menu favoritku. Indomie telur tanpa sayur. Seketika, moodku langsung baik, terlebih didalam warung kopi tersebut terdapat beberapa pedagang warung sebelah dan warga sekitar yang sedang bergumam dengan bahasa ala masyarakat akar rumput yang membumi, polos, dan terdengar lucu ditelingaku. Ternyata mereka tengah berbincang mengenai pernikahan Anang-Ashanti yang seolah seperti negeri dongeng sahut salah satu diantara mereka. Tawaku akhirnya berbaur dengan mereka. Seolah tiba-tiba sirna kekesalanku hari ini, hanya karena 2 hal kecil, makanan, dan kesederhanaan. Ternyata, untuk menjadi bahagia tidak sulit ya. Kemudian aku menjadi tidak heran apabila salah satu mata kuliahku pernah berkata bahwa, walaupun pendapatan per kapita bangsa ini tidak besar, tidak setinggi negara-negara liberalis di belahan dunia lain, tetapi masyrakat ini merasa lebih sejahtera dibandingkan negara-negara superpower itu. Karena menurut mereka, kebahagiaan itu murni, jujur, tidak selalu diukur dengan materi, tetapi dengan mensyukuri apa subtansi yang kita punya saat ini dan jangan lupa untuk tetap memaksimalisasi potensi dalam diri ini.
Teruntuk Mas Asep Penjual Indomi di Warkop Kenanga, Bapa Penjual Pulsa, serta Ibu-ibu lucu penduduk Kutek, terimakasih atas celotehannya yang membuatku senang. Membuat malamku lebih indah seindah hujan yang aku nikmati ketika mata ini terlelap diselimuti heningnya malam.
This is what I wish for a long time………………… Go Paragliding, see the beutiful scenery from the other point of view, and I know at the moment I ride it, my heart will start skip a beat at first, but will scream the happiness then. This picture was taken at Puncak, Bogor. I went there few weeks ago to try paraglide, but unfortunately the wind is heading to the opposite direction, and it’s not allowed to me and the other visitors to go paragliding :(, so paraglide………….. maybe someday I’ll ride you okay!
Meeting and work with them is like having a new diverse family, every single person here have unique charateristics, and I admit that’s what made me love them. The people, the work, our jokes, our discussion,……. and I know I’ll be missing this team so much at the end of this year :’”” Kastrat bem feui 2012……. Smg kita kompak selalu :)
I wanna see fireflies………….and being busy to chase and catch them.
tunggi & onel
this is truuueeeee
(via shafiraandalusia)
“And if I’m addicted to loving you
And you’re addicted to my love too…
we can be the them two birds of a feather, that flock together… love….love
This is one of my fave song all the time… I love the band, and the other songs like Hopelessly, Hey Soul Sister, Marry me, For me it’s you and the other, but still…. this is the most favourite one. This the video showswhen they perform live at one of radio out there in Orlando…..
Note: you don’t need a handsome and also pretty face, or faboulous look, as long as you sing a song sincerely from the bottom of your heart, it’ll looks great =) just like him :D
life:
ART AND COMMERCE
They were such pretty little liars who actually pulled it off on the steps of New York’s public library but I later found it was a Social Art Experiment to see how the public will react to this situation. They drew a lot of attention, laughs, disgust and money. Photo by Zoran Milich for LIFE.com
via our guest-blogger Zoran Milich.
Hahahha this is so creative and also funny! But I won’t give my $4 dollar to those girls :p…… Lol
Sleepover with my friends. Ada temen yg pake kerudung, and then got an idea trying wto ear her veil…….. and then, taaa daaa…. not bad enough, yea? haha (menghibur diri sendiri). At least saya ngga mirip-mirip amat sama tukang cabe :p